
Awan bergerak kearah barat, membawa lembaran-lembaran kehidupan.
Beribu harapan berlari kesana kemari .
Ku coba langkahkan kakiku yg semakin berat, yach puncak itu sudah terlihat.
Peluhku terus mengucur tapi mengapa jiwaku masih terasa hampa??.
Angin puncak semakin terasa dingin.
Mendekap erat tubuhku ke alam terbang mencoba menghiburku.
Sejenak kupalingkan wajahku ke lembah dalam,hmm...waktu terus berjalan.
Aku harus bertahan, ini bukan lah mimpi.
Aku harus sampai pada sebuah titik.
Titik tanpa koma.
Utuh, bulat, sempurna.
Masih ku genggam erat edelwys di tanganku.