
Apakah hidup itu ketentuan atau pilihan?,
Banyak sekali versi jawaban untuk pertanyaan sederhana di atas , ada yg bilang klo hidup adalah sebuah pilihan, mereka menganggap bahwa Tuhan membekali hidup ini selain hati jg di beri-Nya akal. Akal yg mampu untuk menterjemahkan berbagai norma, aturan dan hukum , sehngga penafsiran hukumpun bs berbeda dengan kata lain bahwa akalah yg mendapat porsi lebih.
Disisi lain orng yg menganggap hidup adalah ketentuan krn walaupun Alloh memberi akal,tp yg lebih diutamakan adalah penggunaan hati, atau mensinkronkan apa yg diterima akal dg hati krn setiap jengkal hidup respon yg diterima segala indera wajib lewat hati. Jadi posisi akal dan Hati adalah sama bahkan hati bisa di nomor satukan untuk menjalani hidup. Hati dlm masud dsn adalah hati nurani. Karena hati bukanlah hanya sekedar hati, tapi hati yang benurani, hati yg bercahaya krn mampu melihat cahaya2 Ilahiah.
Banyak orang yang terjebak dengan berbagai gaya hidup yg bs di bilang nyleneh, padahal mrk termasuk orng2 yg cerdas. Banyak yg bilang klo tarian erotis atau foto yg syur dianggap sbgai seni/art padahal klo seandainya benar2 dilihat dengan teliti dan hati yg jernih kemungkinan orang pasti memahami koq pasti banyak kerugiannya drpd manfaatnya. memang cara pandang yg bijaksana dibutuhkan Ada komentar unik dari si JUPE/julia perez kemarin ktk ditanya jurnalis tentang hujatan para ulama tentang penampilannya yg sngat mengoda skl waktu menyanyi di panggung, jawabanya sangat klise " Alloh itu suka orang yg bekerja drpd meminta2, trus masalah urusan agama jangan dikait2kan dengan seni, karena agama sifatnya adalah pribadi dan rahasia"......hahaha mau jd apa negeri ini klo semua orang berpandapat spt Jupe.
trus klo hdp bs di pisahkan dr agama gmn?...yah bikin agama sendiri sj....hehe.
yah, orang hidup harusnya memang tidak blh terlepas dr agama (baca Tuhan), bodoh banget banget klo menganggap bahwa setelah manusia di ciptakan oleh Tuhan dan di beri Akal dan Hati, mrk bebas berbuat semaunya sendiri. Karena Alloh Yang Maha tahu pun dg sangat pasti sekali telah mengetahui karakter atau sifat manusia yg selalu ingin tahu, makanya di ciptakan_Nya kitab suci dan diturunkannya Rosul pastilah ada maksud lain yaitu untuk membentengi hak2 manusia itu sendiri dr kehancuran.
Hidup itu sangat indah dan nikmat skl, tergantung bgmn mampu memanajemennya. Kecerdasan hidup lah yg dibutuhkan dlm menghadapi hidup ini, bukan semata2 kecerdasan mental (IQ) dan kecerdasan emosional(EQ), tp yg paling utama adal kecerdasan spiritual (ESQ) yaitu mampu melihat bahwa dlm setiap detik hidup dan sgl apa yg terjadi tidak akan lepas dr peran Alloh. Dan indahnya hidup ini dapat dirasakan dan dinikmati krn ada "Sang Pendamping" yg selalu setia menemani . Jadi klo merasa ada beban hidup yg sangat berat dan sangat sulit serahkan sj pd Sang Pendamping. hehe
Akhirnya.......
" Berbuatlah sesuka mu, krn akan ada akhir masanya dan hatimu lah yg mempu menjawabnya kapan, kemana dan bagaimana"
Wallohu'alam.
Banyak sekali versi jawaban untuk pertanyaan sederhana di atas , ada yg bilang klo hidup adalah sebuah pilihan, mereka menganggap bahwa Tuhan membekali hidup ini selain hati jg di beri-Nya akal. Akal yg mampu untuk menterjemahkan berbagai norma, aturan dan hukum , sehngga penafsiran hukumpun bs berbeda dengan kata lain bahwa akalah yg mendapat porsi lebih.
Disisi lain orng yg menganggap hidup adalah ketentuan krn walaupun Alloh memberi akal,tp yg lebih diutamakan adalah penggunaan hati, atau mensinkronkan apa yg diterima akal dg hati krn setiap jengkal hidup respon yg diterima segala indera wajib lewat hati. Jadi posisi akal dan Hati adalah sama bahkan hati bisa di nomor satukan untuk menjalani hidup. Hati dlm masud dsn adalah hati nurani. Karena hati bukanlah hanya sekedar hati, tapi hati yang benurani, hati yg bercahaya krn mampu melihat cahaya2 Ilahiah.
Banyak orang yang terjebak dengan berbagai gaya hidup yg bs di bilang nyleneh, padahal mrk termasuk orng2 yg cerdas. Banyak yg bilang klo tarian erotis atau foto yg syur dianggap sbgai seni/art padahal klo seandainya benar2 dilihat dengan teliti dan hati yg jernih kemungkinan orang pasti memahami koq pasti banyak kerugiannya drpd manfaatnya. memang cara pandang yg bijaksana dibutuhkan Ada komentar unik dari si JUPE/julia perez kemarin ktk ditanya jurnalis tentang hujatan para ulama tentang penampilannya yg sngat mengoda skl waktu menyanyi di panggung, jawabanya sangat klise " Alloh itu suka orang yg bekerja drpd meminta2, trus masalah urusan agama jangan dikait2kan dengan seni, karena agama sifatnya adalah pribadi dan rahasia"......hahaha mau jd apa negeri ini klo semua orang berpandapat spt Jupe.
trus klo hdp bs di pisahkan dr agama gmn?...yah bikin agama sendiri sj....hehe.
yah, orang hidup harusnya memang tidak blh terlepas dr agama (baca Tuhan), bodoh banget banget klo menganggap bahwa setelah manusia di ciptakan oleh Tuhan dan di beri Akal dan Hati, mrk bebas berbuat semaunya sendiri. Karena Alloh Yang Maha tahu pun dg sangat pasti sekali telah mengetahui karakter atau sifat manusia yg selalu ingin tahu, makanya di ciptakan_Nya kitab suci dan diturunkannya Rosul pastilah ada maksud lain yaitu untuk membentengi hak2 manusia itu sendiri dr kehancuran.
Hidup itu sangat indah dan nikmat skl, tergantung bgmn mampu memanajemennya. Kecerdasan hidup lah yg dibutuhkan dlm menghadapi hidup ini, bukan semata2 kecerdasan mental (IQ) dan kecerdasan emosional(EQ), tp yg paling utama adal kecerdasan spiritual (ESQ) yaitu mampu melihat bahwa dlm setiap detik hidup dan sgl apa yg terjadi tidak akan lepas dr peran Alloh. Dan indahnya hidup ini dapat dirasakan dan dinikmati krn ada "Sang Pendamping" yg selalu setia menemani . Jadi klo merasa ada beban hidup yg sangat berat dan sangat sulit serahkan sj pd Sang Pendamping. hehe
Akhirnya.......
" Berbuatlah sesuka mu, krn akan ada akhir masanya dan hatimu lah yg mempu menjawabnya kapan, kemana dan bagaimana"
Wallohu'alam.